Menjadi Manusiawi

Manusiawi artinya sesuai tabiat kemanusiaannya, tidak seperti hewan, tidak juga seperti tumbuhan. Kemanusiawian itulah yang membuat manusia istimewa, yaitu kemampuannya untuk berpikir.

Muslim berpikir sebelum bertindak, sehingga seharusnya akan ada tujuan pada setiap tindakan. Akan selalu ada pilihan dalam bertindak, memilih untuk melakukan atau tidak, memilih yang lebih baik atau lebih utama. Yang pasti, semua tindakan akan ada pertanggungjawaban di hadap an Allah SWT.

Sungguh, jika tindakan telah dilakukan, tak ada waktu untuk mengulang kembali, yang ada hanyalah penyesalan, jika tindakan itu adalah salah dalam pandangan agama. Seperti orangorang kafir yang menyesali hidupnya.

‘’Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, ‘Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah’.’‘ (QS Annabaa [78]: 40).

Setiap hari kita tidak lepas dari bertindak karena kehidupan manusia memang senantiasa berurusan dengan pemenuhan potensi hidup. Entah itu kebutuhan jasmani maupun naluri; mengagungkan Sang Khaliq, berkasih sayang, maupun menunjukkan diri.

Allah SWT sebagai Sang Pencipta tentu lebih mengerti tentang tabiat manusia. Agar manusia tetap sesuai dengan kemanusiawiannya, maka Allah SWT telah menggariskan ketentuan tentang tindakan-tindakan manusia itu.

Ketentuan-ketentuan Allah SWT tidaklah mengekang apalagi menghilangkan, tidak pula membebaskan sebebas-bebasnya, tapi mengarahkan secara tepat, sehingga manusia sesuai dengan fitrah kemanusiaannya. Ketentuan itu terdapat dalam akidah dan ibadah, akhlak, pakaian, urusan makan dan minum, kegiatan bermasyarakat, serta pemerintahan dan hukum.

Sudahkah semua tindakan kita sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari Allah SWT tersebut? Sudahkah kita menjadi manusiawi?

‘’Dan tidaklah patut bagi lakilaki yang Mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan me reka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.’‘ (QS Al-Ahzab [33]: 36).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: